Selasa, 09 Februari 2016

nulis di blog yang ga di publish itu menyenangkan hehehe. tulisan yang banyak terinspirasi dari tulisan para penulis-penulis senior, saya masih harus lebih dan lebih lagi belajar.
tapi menulis menjadi salah satu cara saya meluapkan apa yang saya rasakan dan pikirkan namun tak mampu saya katakan..
banyak ketidaksempurnaan dari tulisan - tulisan saya, dan hampir semua masih sebatas curahan hati hehe :p

Kamis, 15 Oktober 2015

Aku Ingin Istirahat - Aan Masyur

aku ingin istirahat mengingatmu,
tapi kepalaku sudah jadi kamar tidurmu
jauh sebelum aku mengenal namamu.
aku ingin terpejam
memimpikan wajah lain beberapa jam,
tapi kau cahaya telanjang telentang
di sepasang mataku.
aku ingin memintamu bangun,
tapi kau diam dan gerak di lenganku.
kau bunyi dan sunyi di suaraku.

bagaimana cara menyembunyikan dirimu dari diriku?

malam ini
tidak ada yang sanggup kulakukan selain membuka jendela dan menatap kekosongan
hingga langit menutup matanya yang tenang.
kubayangkan diriku tidur di pelupuknya.
aku tertelan mimpi.
besok barangkali seorang entah siapa mengetuk pintu.
aku bangun dan tidak bisa menemukan diriku lagi.

Selasa, 13 Oktober 2015

Yakobus 1 : 2-4

"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Sebab kamu tahu , bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. "

Ibrani 13 : 6

"Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata:
Tuhan adalah Penolongku.
Aku tidak akan takut.
Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

Senin, 12 Oktober 2015

Tuhan, terima kasih.

Dalam diam doa ku,
Kau mendengar isak tangisku
Kau memeluk ketidak berdayaanku
Kau menenangkan ku yang berlutut bersujud.

Tuhan, aku tahu Kau mendengar apa yang tak terucap.
Engkau mengerti apa yang tak dapat ku pahami.

Minggu, 11 Oktober 2015

sebab tadi aku merekam pelukanmu
erat.

seperti kembali dibuai kenangan
ini seperti kau mengucap selamanya,
di nafas mu yang telinga ku sigap menangkap.
semoga saja.......

kekasih,
jangan lepaskan.
aku nadi yang bosan berdenyut ketika kau darah yang berhenti mengalir.
sebab aku luka yang menganga perih, menancap pada duri bunga mu.

kekasih,
aku candu pelukanmu.
bak gerimis di kemarau panjang
menimbulkan debar yang tak sekedar.
sebagaimana daun yang di jatuhkan angin, dingin.
pelukmu meredam riuh rendah bara cemasku.

disini lah saja, kekasih
menetaplah.
jangan pergi.
akan ku bangun megah dirimu
di jantung yang paling dalam.
dimana Tuhanku menitipkan nafas hidupku.

kau mungkin melihatku seolah lekat dengan duka,
kepedihan,
kesakitan,
segala hal yang bagimu menyedihkan.
tapi percayalah,
ini bukan drama. bukan.

tak ada orang yang tidak mendamba bahagia.
selayaknya pun aku.

aku hanya mengagumi kesedihan. memang.
kokoh berdiri,
sendiri,
mandiri,
di malam yang ganjil.
di senja yang temaram
di siang yang mendung
dan pagi yang murung.

aku karang, dihantam ombak pantaimu
tak mengeluh tersapu angin di badai samuderamu.
aku semesta langit, yang lapang dirundung sepi
yang setia menyambut pagi,
dan melambaikan sapa di senja yang berganti.
dengan senyumku,
ku titip rindu yang meneduh..