sebab tadi aku merekam pelukanmu
erat.
seperti kembali dibuai kenangan
ini seperti kau mengucap selamanya,
di nafas mu yang telinga ku sigap menangkap.
semoga saja.......
kekasih,
jangan lepaskan.
aku nadi yang bosan berdenyut ketika kau darah yang berhenti mengalir.
sebab aku luka yang menganga perih, menancap pada duri bunga mu.
kekasih,
aku candu pelukanmu.
bak gerimis di kemarau panjang
menimbulkan debar yang tak sekedar.
sebagaimana daun yang di jatuhkan angin, dingin.
pelukmu meredam riuh rendah bara cemasku.
disini lah saja, kekasih
menetaplah.
jangan pergi.
akan ku bangun megah dirimu
di jantung yang paling dalam.
dimana Tuhanku menitipkan nafas hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar