“Aku tak ingat lagi
tahun-tahun dimana aku pernah menggurat pelangi di kisahmu
Aku coba mengeja namamu
dengan ribuan peristiwa yang melempar luka di punggung cerita
dan kisah demi kisah tragis yang mencipta gerimis..
Dan ternyata tak mudah, mengabukan kenangan
menakar resah menimbulkan gelisah
Kita pun berjalan terlampau lama
hingga sempat kau sengajakan tersesat di tengah perjalanan
Dan tahun demi tahun,
aku sibuk menanti janji yang tak kukehendaki pergi
kemudian masing-masing kita menjadi sepi
Berapa kilometer lagi perjalanan yang harus kita larung?
Patahan patahan itu menguap disini
atau masih menyisakan ruang di ruas mimpi?
Aku tak bisa jawab.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar