Rabu, 23 September 2015

"sebelum kau pergi,
mau kah kau tuliskan namaku disini?" aku menunjuk pada sebuah papan kayu.
kau membalas ucapanku dengan tersenyum.
senyum yang membuatku pertama kali menaruh hati padamu, senyum yang menghantuiku berhari-hari, senyum memabukkan itu.
"sini berikan papannya," ucapmu.

CINTA, - Senja

ya, aku Cinta.
Cinta pada Senja. Senja yang sementara
Senja yang akan pergi.
Senja yang belum tentu kembali
Senja yang sekelebat,
yang hanya singkat...

Senja yang tak akan pernah tahu,
bahwa hingga kini papan kayu itu masih ku simpan baik-baik
sebagai penanda walau ia pergi,
Cinta mengharap ia kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar