Kamis, 24 September 2015

mmmmmmhh...

Aku jadi rindu keras kepalamu.
Ini serupa ilalang liar, tumbuh subur dalam kepala.
Biasanya pola pikirmu selalu menjadi tempat singgah ku sebelum kembali yakin berjalan lagi.
Bahkan hingga kini.

mmmmmmhh...

Sudah mendekati subuh dan aku masih setia bersujud doa.
Entah doa apa.
Jadi kembali mengurai lagi simpul waktu.
hahaha
Memang,
tak pernah berhenti jatuh cinta dengan 'kita',
cerminan sosokku yang ku lihat ada padamu
perkenalan yang aneh,
bahagia yang begitu sederhana.
Meski mungkin terdengar jauh dari kata selamanya,
Tapi darimu, kekasih,
aku belajar bagaimana menyamarkan lukanya,
memeluk kesedihannya dengan tabah.  
Kamu,
terima kasih telah mendewasakan aku.

Kamu, 
teruslah keras kepala!
Karna aku candu memutar gema suaramu.
Mendengarmu berpetuah,
seperti yg sudah-sudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar