kenyataan bahwa kau mulai berat hati menopangku.
hendak lari dari ketidakberdayaanku
dulu aku begitu tegak berdiri, kau jadikan penuh sandaran melepas penat bebanmu.
kekasih,
kakiku kini letih
bukan kau tuntun jalan malah hilang menghindar.
aku seperti tersayat,
teriris.....
pedih.
sudah tak dapatkah ku tempat di hatimu?
sempat ku alamatkan ku padamu,
tapi kemudian pudar tak terlacak,
petamu rusak.
kemana kau yg dulu, kekasih?
tersesatkah?
atau memang tak lagi ingin pulang?
belum lama aku bangun
terbuai bahagia yang kita susun bersama.
tiba tiba dihempas
kencang.....
jatuh semakin dalam.
aku kini buta,
menuntun sendiri jalan arahku kemana.
di kerumunannya kau hilang.
kekasih,
berhentilah sebentar
menengoklah ke belakang.
biarkan aku memutar kembali waktu.
tak rindukah kau akan obrolan ringan kita dulu?
aku dan kau kini hanya remang.
bahkan mungkin akan terhapus jaman.
atau
memang harus aku lepas saja?
untuk mulai lagi menjalani hidup seperti sebelumnya,
memperhatikanmu dari kejauhan
mengagumimu diam diam.
...........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar